Prokrastinasi Problematika Hampir Semua Manusia

Ilustrasi: Freepik.com

Procrastination atau prokarastinasi adalah suatu kebiasaan menunda-nunda suatu pekerjaan yang harusnya dapat diselesaikan pada waktu tertentu. Prokrastinasi berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yakni “pro” yang berarti forward atau maju dan “crastinus” yang berarti “belonging to tomorrow” atau milik hari esok, sehingga prokrastinasi adalah “forward it to tomorrow” dalam bahasa Latin yang berarti “lakukan besok”.

Kebiasaan menunda suatu pekerjaan merupakan suatu problematika yang dialami semua manusia di muka bumi. Semua manusia pasti pernah mengalami penundaan walapun setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyikapinya. Ada orang yang dengan cepat mengatasi masalah menunda-nunda, ada juga yang kesusahan dalam menangani masalah ini. Karena pada dasarnya di dunia ini tidak terbagi menjadi orang yang suka menunda-nunda dengan yang tidak suka menunda-nunda, tetapi semua orang pasti suka menunda-nunda. Maka orang yang sukses adalah orang yang bisa mengatasi atau mengatur dengan baik dalam menghadapi penundaan ini.

Oleh karena itu tips dalam mengatasi prokrastinasi ini cukup diperlukan, terutama bagi orang-orang yang masih belum bisa mengatasi masalah ini dengan baik yang akhirnya berujung menunda suatu pekerjaan dalam jangka waktu yang lama.

Visualisasi

Visualisasi disini ada dua makna, yang pertama adalah membayangkan situasi kita pada masa yang akan datang terhadap apa yang kita lakukan saat ini. Jika kita bisa membayangkan, misalanya kita bisa mengerjakan tugas tanpa menunda-nunda maka pada masa yang akan datang kita pasti tidak akan mendapati tugas yang menumpuk, atau bisa juga kita akan mengapresiasi diri kita di masa lalu karena sudah berhasil memanfaatkan waktu dan melakukan pekerjaan tanpa menundanya sehingga bisa kita bisa sukses pada masa yang akan datang. Kedua adalah dengan membayangkan panutan atau role model yang kita anggap sukses. Caranya adalah dengan menanyakan pada diri sendiri dan membayangkan kira-kira apa yang akan dilakukan role model kita disaat seperti ini. Maka kedua hal tersebut dapat membantu otak kita untuk memunculkan kreativitas dalam menyelesaikan masalah menunda-nunda yang kita hadapi saat ini.

Membagi tugas menjadi bagian kecil

Sebagai mahasiswa kita pasti tidak pernah lepas dari yang namanya tugas, bahkan tugas-tugas besar pun sering menumpuk secara bersamaan. Pada akhirnya membuat kita malas mengerjakan tugas yang akhirnya dikerjakan semalam sebelumnya dengan keterpaksaan dan hasilnya pun tidak optimal. Untuk mengatasi hal tersebut maka bisa dilakukan dengan mengalokasikan tugas yang awalnya banyak menjadi bagian-bagian kecil. Dengan begitu otak kita bisa terstimulasi dan secara tidak langsung bisa membuat kita menganggap bahwa tugas yang kita kerjakan tidaklah sebanyak yang kita bayangkan.

Meremehkan pekerjaan/tugas yang ada

Ketika mendapatkan suatu tugas pasti ada masa dimana kita menganggap bahwa kita dapat mengerjakan tugas itu dalam waktu singkat. Hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan, justru sebaliknya, hal yang perlu dilakukan adalah menganggap bahwa tugas yang kita dapatkan ternyata bisa selesai dalam waktu yang lebih lama. Misalnya ketika kita diberi tugas menulis esai, maka di awal kita menganggap bahwa “tugas dapat diselesaikan dalam waktu sehari.” maka anggapan ini dapat diganti menjadi “tugas ini baru bisa selesai dalam waktu dua hari.” Dengan ini maka kita diharap untuk tidak meremehkan tugas-tugas yang diberikan sehingga kita akan menunda-nunda karena merasa tugas tersebut dapat cepat diselesaikan.

Lebih baik selesai daripada sempurna

Banyak diantara kita ketika ingin mengerjakan tugas menunggu mood atau suasana hati kita untuk menjadi seperti yang kita inginkan, atau bahkan kita baru akan mengerjakan tugas ketika semua kebutuhan sudah terpenuhi baik secara fisik maupun jasmani, intinya kita baru akan mengerjakan tugas ketika kondisi dan situasi sudah sempurna. Hal ini tentu mengarahkan kita kepada penundaan suatu tugas maupun pekerjaan karena sebenarnya suatu kesempurnaan itu tidak akan datang. Maka dalam hal ini ubahlah mindset kita menjadi “lebih baik selesai daripada sempurna”, dengan itu kita bisa segera memulai mengerjakan tugas tanpa harus menunggu situasi atau kondisi sempurna yang tidak akan pernah datang.

Pada akhirnya setiap manusia akan menghadapi kondisi-kondisi dimana mereka akan merasakan diri mereka untuk menunda suatu pekerjaan, dan setiap manusia pada akhirnya menemukan caranya sendiri untuk mengahdapi masalah tersebut. Maka metode atau tips yang tertulis diatas tidak valid atau bisa dipastikan beguna bagi setiap orang. Namun, harapannya tips diatas dapat membantu untuk mencari tau sendiri bagaimana cara yang paling tepat untuk diterapkan pada diri masing-masing ketika menghadapi situasi ingin menunda suatu pekerjaan.

 

 

sumber:

https://pijarpsikologi.org/prokrastinasi-dan-regulasi-diri/ 

https://youtu.be/V7F69IBuVfk

 

(MHF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*