Inilah Rahasia Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi “Di Rumah Aja”

Seperti yang kita semua ketahui bahwa covid 19 di Indonesia yang bermula di bulan Maret 2020 lalu masih belum juga usai hingga kini. Presentase kasus covid masih saja terus meningkat dan belum ada tanda-tanda bahwa ini semua akan berakhir. Akibatnya, banyak sektor di Indonesia yang terkena imbasnya, baik dari perekonomian, politik, sosial, budaya, dan tentunya kesehatan. Salah satu sektor yang paling terdampak bagi kebanyakan individu adalah kesehatan, khususnya pada kondisi mental mereka. Oleh karena itu, sebagai manusia sangat penting untuk dapat memperhatikan kondisi kesehatan mental kita sendiri. Maka berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk bisa menjaga kesehatan mental kita selama pandemi covid.

  • Social media distancing

Apa sih social media distancing itu? sesuai dengan namanya yaitu, kita menjaga diri kita dari social media  secara berlebihan. Hal yang perlu ditekankan disini adalah menghindari informasi-informasi yang bersifat toxic dan menambah kecemasan yang ada di dalam diri kita. 

Ini bukan berarti kita tidak boleh untuk bermain sosial media, tetapi kita sebagai insan yang bijak harus bisa menyaring informasi dan membatasi penggunaan sosial media hanya sesuai dengan kebutuhan saja. 

  • Mencoba hal-hal baru

Kondisi terus berada di rumah saat ini merupakan kondisi yang bisa dibilang menjadi pengalaman pertama bagi semua orang. Nah, tentunya dari keadaan saat ini sangat banyak situasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Alih-alih overthinking tentang covid 19 yang tak kunjung usai, kita bisa mamanfaatkan situasi ini untuk mencoba hal baru. Dengan begitu pikiran kita tentang covid 19 yang sebenarnya tak perlu dipikirkan dapat teralihkan dengan kesibukan baru yang sedang dicoba.

  • Berkomunkasilah dengan siapapun

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan perlunya berinteraksi dengan sesama. Namun, kondisi saat ini menuntut kita untuk mengurangi interaksi dan melakukan kontak secara langsung dengan sesama. Tentunya hal ini akan mempengaruhi kondisi mental seseorang yang seharusnya dapat berinteraksi secara langsung, tapi kini hanya dapat dilakukan secara terbatas. Oleh karena itu, meskipun terbatas, komunikasi tetap harus berjalan. 

Keluarga adalah sarana bersosial yang paling tepat untuk kondisi saat ini. Jangan jadikan kondisi saat ini untuk berputus asa dan mengurung diri di kamar seakan-akan hidup sudah tidak ada harapan lagi. Hal itu justru akan menambah beban pikiran dan dapat berujung pada depresi.

  • Mendekatkan diri kepada Allah

Ini merupakan poin terpenting yang harus kita semua pegang untuk bisa menghadapi kondisi saat ini. Allah mengenal kita lebih dari apapun, jadi jika kita memang ingin merasa baik-baik saja maka dekatkanlah diri kita kepada Allah. Allah lah yang mengatur segala kehidupan, maka turutilah segala perintah dari Allah azza wa jalla kelak kita akan baik-baik saja. Selain itu Allah juga berfirman dalam (Qs Ar-ra’d:28),

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” 

-MHF

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*